MAKALAH
EPIDEMIOLOGI LINGKUNGAN
METODA DALAM PENELITIAN EPIDEMIOLOGI
(Case Control Study
dan Cohort Study)
OLEH:
KELOMPOK I
ANGGOTA:
M. DHIO FADHILLA (1110942023)
SHABRINA YUNITA SARI (1110942039)
SITI HARIANI RITONGA (1210941007)
WIDIA
DETIARI RUKMANA (1210942023)
DOSEN:
ZULKARNAINI, MT

JURUSAN TEKNIK
LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK-UNIVERSITAS
ANDALAS
PADANG
2013
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Permasalahan
kesehatan di masyarakat, apalagi masalah tentang penyakit yang terjadi di
masyarakat tentu membutuhkan adanya tindakan penyelesaian. Masalah kesehatan
harusnya menjadi PR bagi sektor kesehatan itu sendiri. Anggapan seperti ini
hendaknya harus dihindari. Masalah yang berada dalam masyarakat bisa menjadi
kompleks karena menjamah sektor lainnya juga. Untuk itu diperlukan pemecahan
masalah bersama dengan kontribusi sektor lain maupun stakeholders (pihak yang berkepentingan). Adanya hubungan dengan
sektor lain tetapi tetap harus selalu memperbaiki kemampuan sektor yang
bersangkutan.
Penelitian
epidemiologi dirasa perlu diuraikan dalam epidemiologi lingkungan. Hal ini
menjadi sangat penting karena beberapa hal. Yang pertama, zat pencemar
lingkungan akan semakin banyak dilihat dari segi kuantitas maupun kualitasnya, kebanyakan
belum, atau tidak jelas efeknya terhadap kesehatan, sehingga perlu terus
dipantau. Pemantauan dengan tujuan sedemikian perlu dilakukan dengan
menggunakan metode penelitian epidemiologi lingkungan, karena gejala yang
ditimbulkan pencemar lingkungan sering kali tidak berbeda dari penyakit infeksi
biasa, sedangkan agentnya sangat berbeda. Selain itu, suatu zat pencemar
(agent) bisa menyebabkan timbulnya gejala dari berbagai penyakit yang dikenal,
dan sebaliknya berbagai zat pencemar (agent) dapat memberi gejala yang sama. Yang
kedua, karena zat pencemar merupakan agent potensial, karena sifatnya yang
tergolong berbahaya. Untuk meneliti masalah tersebut, maka kita perlu
mengetahui prinsip-prinsip dasar dan metode-metode penelitian epidemiologi yang
dapat digunakan untuk penelitian awal.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Memahami
model-model dasar dalam penelitian epidemiologi;
2. Memahami
penelitian epidemiologi dengan metode penelitian case control;
3. Memahami
metode penelitian epidemiologi dengan metode penelitian cohort study;
4. Memahami
perbedaaan antara metode penelitian case
control dan cohort study.
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan
masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah:
1.
Apa saja metode-metode
penelitian dalam penelitian epidemiologi?
2. Bagaimana
cara penelitian epidemiologi dengan metode case
control?
3.
Bagaimana cara penelitian
epidemiologi dengan metode cohort study?
4.
Apa saja perbedaan metode
penelitian case control dan cohort
study?
BAB II
ISI
2.1 Model-Model Dasar dalam Penelitian
Epidemiologi
Pada
umumnya penelitian epidemiologi dapat dilakukan di laboratorium atau lapangan. Dapat
pula bersifat observasional dan eksperimental. Penelitian experimental dapat
dilakukan pada hewan percobaan ataupun kepada manusia. Eksperimen dapat
dilakukan dalam situasi alamiah atau disimulasi. Penelitian eksperimental
biasanya melakukan manipulasi terhadap satu kelompok populasi dan dibandingkan
dengan kelompok lain yang tidak dimanipulasi (Soemirat, 1999).
Sebaliknya
penelitian observasional dilakukan dalam keadaaan tanpa melakukan apapun
terhadap populasi secara sengaja. Oleh karena itu, penelitian ini lebih
realistis, namun sangan kompleks, karena banyak faktor pengganggu yang tidak
dikontrol. Desain penelitian harus baik sehingga dapat dihindarkan dari gangguan
yang terlalu banyak. Metode untuk menghilangkan atau mencegah factor pengganggu
seperti yang disebut confounder,
sudah tersedia, begitu juga metode analisis yang lebih canggih sudah bias
diperoleh dengan menggunakan paket program komputer. Baik penelitian
eksperimental dan penelitian observasional dapat berguna pada taraf-taraf
penelitian tertentu (Universitas Hassanuddin, 2013).
Penelitian
observasional dapat berupa survei jangka panjang atau jangka pendek, dan
bersifat deskriptif ataupun analitis. Penelitian deskriptif biasanya dilakukan
dengan melakukan survei seperti halnya survei kesehatan rumah tangga, yang
dilakukan secara rutin. Juga survei jangka panjang yang disebut surveillance untuk memonitor keadaan
suatu penyakit sedangkan penelitian analitis dilakukan dengan tiga model dasar,
dan kita akan membahas dua buah dari tiga model tersebut. Sebagaimana layaknya
penelitian pada umumnya, penelitian epidemiologi juga harus ada struktur-strukturnya. Dimulai
dari perumusan permasalahan, tujuan, metode yang digunakan untuk dapat mencapai
tujuan, populasi yang diteliti perlu didefinisikan dengan jelas, parameter yang
digunakan, prosedur pengumpulan data, analisis data sehingga dapat diambil
kesimpulan dan saran. Dalam epidemiologi dikenal tiga model dasar penelitian
observasional analitis, yaitu kasus kendali (case control), cohort study,
dan cross sectional. Disamping itu
ada dua model lagi yang sangat berguna bagi penelitian awal, yaitu studi
deskriptif dan ekologis (Soemirat, 1999).
2.2
Penelitian Epidemiologi Model Case
Control
Model case control sering disebut
juga kasus kendali atau case history
dan retrospektif. Penelitian jenis ini dilakukan apabila penyakit sudah ada/
sudah manifest, tetapi tidak
diketahui penyebabnya. Karena agent itu selalu bertindak dan beraksi sebelum
terjadinya penyakit, maka penelitian ini meninjau kembali ke masa lalu untuk
mencari agentnya. Oleh karena itu penelitian ini disebut penelitian
retrospektif atau menelusuri histori atau sejarah perkembangan penyakit.
Penelitian ini semakin banyak dilakukan untuk mencari penyebab penyakit yang
belum diketahui, terutama berbagai jenis penyakit yang jarang didapat seperti
berbagai jenis kanker (Soemirat, 1999).
Analisis data dalam studi kasus
kendali diarahkan mencari perbedaan antara populasi yang sakit dan tidak sakit
sehubungan dengan penyebab potensial yang diperkirakan (paparan). Pada studi
kasus kendali, kasus yang digunakan pada penelitian bukan kasus tergolong
insidensi, tetapi sering kali berupa prevalensi. Pada metode case control, peneliti menggunakan
kasus-kasus yang sudah ada dan memilih control (non-kasus) yang sebanding.
Lalu peneliti mencari informasi status (riwayat) paparan
masing-masing subjek kasus dan kontrol. Jadi pada studi kasus kontrol
peneliti tidak bisa menghitung risiko dan risiko relatif
(RR). Sebagai ganti risiko, pada studi kasus control
peneliti menggunakan Odd. Odd adalah probabilitas dua peristiwa yang
berkebalikan, misalnya sakit versus sehat, mati versus hidup, terpapar versus
tak terpapar. Pada studi kasus kontrol, Odd pada kasus adalah rasio antara
jumlah kasus yang terpapar dibagi tidak terpapar. Odd pada kontrol adalah rasio
antara jumlah kontrol terpapar dibagi tidak terpapar. Jika odd pada kasus
dibagi dengan odd pada kontrol, diperoleh Odds Ratio (OR). OR
digunakan pada studi kasus kontrol sebagai pengganti RR (Universitas
Hassanuddin, 2013).
Ada dua
kemungkinan menghitung RR pada model case
control (Soemirat, 1999):
-
apabila digunakan
insidensi suatu populasi;
-
apabila tidak
bisa dikaitkan pada suatu insidensi populasi tertentu.
Contoh menghitung RR apabila tidak
dihubungkan dengan suatu populasi (Sriwahyuni, 2012):

RR = OR = 
Dan apabila
penyakit jarang terjadi maka (a + b)
RR = OR = 
Penelitian retrospektif/ case control memiliki ciri- ciri sebagai berikut (Universitas
Hassanuddin):
a.
Penelitian
ini merupakan penelitian yang bersifat observasional;
b.
diawali dengan
kelompok penderita dan bukan penderita;
c.
terdapat kelompok
kontrol;
d.
kelompok kontrol
harus memliki resiko terpajan oleh faktor resiko yang sama dengan kelompok
kasus;
e.
membandingkan
besarnya pengalaman terpajan oleh factor resiko antara kelompok kasus dan
kelompok kontrol;
f.
tidak mengukur
insidensi.
Penelitian case control memiliki beberapa
keuntungan sebagai berikut (Universitas Hassanuddin):
a.
Sangat
sesuai untuk penelitian penyakit yang jarang tterjadi atau penyakit dengan fase
laten yang panjang atau penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada;
b.
pelaksanaannya
relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan cohort karena pada penelitian case
control diawali dengan penderita yang berarti penyakit yang diteliti
telah timbul, sedangkan pada penelitian cohort,
insidensi penyakit yang akan diteliti harus menunggu cukup lama;
c.
sampel yang
dibutuhkan untuk penelitian case control
lebih kecil dari pada penelitian cohort walaupun
digunakan beberapa kontrol untuk satu kasus;
d.
biaya penelitiannya
relatif lebih kecil dibandingkan dengan penelitian cohort karena sampel yang lebih sedikit dan waktu yang lebih
singkat;
e.
tidak dipengaruhi
oleh faktor etis seperti penelitian eksperimen;
f.
data yang
ada mungkin dapat dimanfaatkan terutama bila penelitian dilakukan di rumah
sakit; dan
g.
kemungkinan untuk
mengadakan penelitian terhadap beberapa faktor yang diduga sebagai faktor
penyebab.
Disamping beberapa keuntungan tersebut, terdapat pula
beberapa kerugian sebagai berikut (Universitas Hassanuddin):
a.
Kesalahan
pemilihan kasus yang disebabkan kesalahan dalam diagnose;
b.
kesalahan dalam
pemilihan kontrol;
c.
berpotensi timbulnya
bias informasi;
d.
validitas data
yang diperoleh tidak dapat dilakukan;
e.
pengendalian
terhadap factor perancu (confounding factor) sulit dilakukan dengan
lengkap;
f.
perhitungan resiko
relatif hanya berupa perkiraan; dan
g.
tidak didapat
dilakukan untuk penelitian evaluasi hasil penelitian.
2.3
Penelitian Epidemiologi Model Cohort
Study
Model kohort juga disebut
dengan sudi follow up atau studi
insidensi. Penelitian kohort berbeda dengan case
control atau kasus kendali karena pada saat penelitian belum didapat
penderita penyakit, tetapi sudah diketahui adanya agent potensial yang memapari
populasi yang kan diteliti dalam berbagai kategori. Studi
ini bersifat kedepan (forward looking)
sehingga penelitian dimulai dari faktor risikonya. Variabel merupakan agent potensial
didefinisikan dan diukur, sementara itu kohort diikuti kesehatannya dan apabila
terjadi penyakit diperiksa untuk melihat sesuai tidaknya penyakit tersebut
dengan didefinisikan sebelum mulai penelitian. Kasus yang dicatat adalah yang
diinginkan dan nantinya akan diperbandingkan terhadap jumlah kasus penyakit yang
berada dalam kategori kontrol. Oleh karena dilakukan penelusuran dan pemantauan
aksi agent terhadap populasi untuk mencari apakah terjadi efek kesehatan/
penyakit, maka penelitian ini disebut prospektif. Dalam penelitian inipun perlu
diperhatikan komparabilitas antara kohort dan pembanding. Perbedaan yang nyata
hanya terletak pada pemaparan terhadap variabel lingkungan yang diteliti
(Soemirat, 1999).
Studi kohort adalah studi
observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan
memilih dua atau lebih kelompok studi berdasarkan status paparan kemudian
diikuti (follow up) hingga periode waktu tertentu sehingga dapat
diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit. Apabila periode induksi
yaitu kejadian penyakit dapat diamati dalam waktu yang panjang maka studi
kohort rawan terhadap bias penarikan responden (banyak yang drop out
dari observasi), perlu dana yang besar dan waktu yang panjang. Namun studi
kohort mempunyai kekuatan dalam membuktikan inferensi kausa dibanding studi
observasional lainnya, didapatkan angka incidence
rate secara langsung, serta cocok untuk meneliti paparan yang langka
(Universitas Hassanudding,2012).
Kerangka dasar
kohort (Sriwahyuni, 2012):
|
Kasus
|
Eksposur
(bahan zat)
|
Total
|
|
|
(+)
|
(-)
|
||
|
(+)
|
a
|
b
|
(a+b)
|
|
(-)
|
c
|
d
|
(c+d)
|
|
Total
|
(a+c)
|
(b+d)
|
|
Rumus:
1.
Insiden
kelompok terpapar:
a/ (a+c)
2.
Insiden
kelompok tidak terpapar:
b/ (b+d)
RR= (a/ (a+c)) / (b / (b+d)) =
(a(b+d)) / ((b (a+c))
Ket: RR = relative
risk
RR = 1, risiko kelompok terpapar sama dengan kelompok
tidak terpapar
RR > 1,
terpapar menyebabkan sakit
RR < 1, terpapar mencegah sakit
Penelitian kohort memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan
penelitian kohort adalah (Soemirat, 1999):
a. Dapat dikuantifikasi dengan akurat jumlah paparan yang
diterima populasi;
b. penyakit yang terjadi dapat diperiksa dan dibuat
diagnose secara teliti;
c. tidak terjadi bias seperti pada kasus kendali;
d. hubungan sebab dan akibat lebih jelas/ pasti dan lebih
meyakinkan; dan
e. merupakan pengukuran resiko yang sangat langsung.
Diantara
keuntungan-keuntungan tersebut, metode penelitian kohort juga memiliki
kerugian, antara lainSoemirat, 1999):
a. Waktu follow up bisa
sangat lama sebelum terjadi penyakit, karenya menjadi mahal;
b. populasi banyak yang tidak tetap berada di lingkungan
terpapar, atau berpindah, sehingga sulit memperkirakan paparan individual;
c. kemungkinan populasi pindah dan meninggal akibat
penyakit lain, menyebabkan banyak drop
out yang mungkin sulit untuk diganti, dan data menjadi sangat sedikit;
d. apabila penyakit jarang sekali didapat, maka waktu
penelitian bertambah lama; dan
e. jumlah drop out biasanya
sebanding dengan lamanya penelitian.
Melihat keuntungan dan kerugian
kasus kendali (case control) dan
kohort, maka biasanya penelitian kohort dilakukan setelah setelah selesai
penelitian retrospektif.
2.4
Perbedaan Metode Penelitian Case Control Dan Cohort
Study
Berikut
adalah perbedaan antara metode penelitian case
control dan cohort study (Sriwahyuni,
2012):
|
Case
Control
|
Cohort
Study
|
|
Membandingkan kelompok yang menderita penyakit dengan
yang tidak menderita
|
Membandingkan kelompok yang terkena (terpapar) dengan
yang tidak terpapar
|
|
Diketahui akibat, mencari penyebab
|
Diketahui
penyebab, mencari akibat
|
|
Jarak penyebab dan akibat singkat
|
Jarak
penyebab dan akibat lama
|
|
Cross
sectional, prevalence, dan
retrospektif survei
|
Longitudinal,
insidence, prospektif, dan quasiexperimental study
|
|
Menghitung OR
|
Menghitung
RR dan attributle Risk
|
|
Penempatan kasus dan penyebab dinamis dlm kerangka
tabulasi
|
Penempatan
penyebab pemaparan di atas dan kasus di samping dalam tabulasi
|
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
Kesimpulan
yang didapat berdasarkan uraian di atas adalah:
1.
Dalam
penelitian epidemiologi ada tiga model dasar penelitian observasional analisis,
yaitu kasus kendali (case control), cohort study, dan cross sectional;
2.
metoda
penelitian case control atau kasus
kendali adalah rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan antara
paparan (faktor penelitian) dan penyakit, dengan cara membandingkan kelompok
kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya (retrospektif). Pemilihan
subyek berdasarkan status penyakit, untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah
subyek mempunyai riwayat terpapar faktor penelitian atau tidak;
3.
metoda
penelitian cohort study adalah rancangan
studi yang mempelajari hubungan antara paparan dengan penyakit dengan cara
membandingkan kelompok terpapar (faktor penelitian) dan kelompok tidak terpapar
berdasarkan status penyakit. Pemilihan subjek berdasarkan status
paparannya dan kemudian dilakukan pengamatan dan pencatatan apakah subyek dalam
perkembangannya mengalami penyakit yang diteliti atau tidak. Peneliti hanya
mengamati dan mencatat paparan dan penyakit tanpa sengaja membuat subyek
terpapar.
4. perbedaan
antara metode penelitian case control dan
cohort study:
|
Case
Control
|
Cohort
Study
|
|
Membandingkan kelompok yang menderita penyakit dengan
yang tidak menderita
|
Membandingkan kelompok yang terkena (terpapar) dengan
yang tidak terpapar
|
|
Diketahui akibat, mencari penyebab
|
Diketahui
penyebab, mencari akibat
|
|
Jarak penyebab dan akibat singkat
|
Jarak
penyebab dan akibat lama
|
|
Cross
sectional, prevalence, dan
retrospektif survei
|
Longitudinal,
insidence, prospektif, dan quasiexperimental study
|
|
Menghitung OR
|
Menghitung
RR dan attributle Risk
|
|
Penempatan kasus dan penyebab dinamis dlm kerangka
tabulasi
|
Penempatan
penyebab pemaparan di atas dan kasus di samping dalam tabulasi
|
3.2 Saran
Kita harus memahami dengan seksama
pengertian dari metoda-metoda penelitian epidemiologi, sehingga dapat
ditentukan metoda mana yang akan digunakan dalam menyelesaikan suatu kasus
epidemiologi.
DAFTAR
PUSTAKA
Soemirat, Juli. 1999. Epidemiologi
Lingkungan. Bandung: Gadjah Mada University Press
Sriwahyuni, Dila. 2012. Bahan Kuliah Case Control dan Cohort Study. Padang: Universitas Andalas
Universitas Hasanuddin. 2013. Modul
Prinsip Epidemiologi. http://repository.unhas.ac.id /Modul
Prinsip Epidemiologi.pdf/. Tanggal akses: 30 Oktober 2013